Rumah Sakit Paru Dokter Ario Wirawan Salatiga

Artikel


Deteksi Benjolan Dengan Menggunakan Jarum Halus

Penulis : dr. Djamila Zakaria, Sp.PA

 

 

Kerabat paru, jika pada permukaan tubuh kita tiba- tiba muncul benjolan,tidak jarang kita menjadi panik dan takut memeriksakan diri karena yang terbayang di benak kita adalah operasi. Penundaan pemeriksaan terhadap benjolan tersebut akan membuat dampak negatif yang akan merugikan kita sendiri karena bisa jadi benjolan akan bertambah besar dan berbahaya bagi kesehatan kita. Disamping itu biaya yang kita keluarkan untuk pemeriksaan akan bertambah mahal, karenanya setiap benjolan abnormal yang tumbuh di tubuh kita harus diketahui penyebabnya agar dapat diterapi dengan baik.

Mendeteksi benjolan sejak dini sangat disarankan dan pasien tidak perlu  takut karena hanya menggunakan metode jarum halus saja. Biopsi aspirasi jarum halus atau fine needle aspiration biopsy pada benjolan dipermukaan tubuh dapat dilakukan di Rumah Sakit Paru dr.Ario Wirawan Salatiga oleh Dokter Spesialis Patologi Anatomik.

Biopsi aspirasi jarum halus atau fine needle aspiration biopsy (FNAB) merupakan suatu metode atau tindakan mengambil sebagian  jaringan tubuh manusia dengan menggunakan jarum suntik dengan diameter kecil  yang bertujuan untuk membantu diagnosis berbagai penyakit tumor dan infeksi.  Tindakan ini bisa dilakukan untuk tumor/ benjolan yang letaknya di permukaan tubuh (superficial) dan bisa teraba (palpable) misalnya tumor pada kelenjar getah bening, kelenjar gondok, kelenjar liur, payudara, dan lain-lain.  Prosedur FNAB dilakukan seperti injeksi (suntik). Kulit pada daerah yang ingin diambil sampelnya dibersihkan dengan alcohol kemudian jarum disuntikkan untuk mengambil sampel tumor. Dengan metode FNAB diharapkan hasil pemeriksaan patologi /diagnosis pasien dapat segera ditegakkan sehingga pengobatan ataupun tindakan operatif tidak membutuhkan waktu tunggu yang terlalu lama. Disamping itu FNAB juga digunakan untuk mengkonfirmasi kecurigaan klinik adanya rekurensi (kekambuhan) lokal/ metastasis suatu kanker, tanpa membuat pasien menjalani intervensi bedah lebih lanjut.

 

Dalam pelaksanaannya, FNAB memberikan keuntungan baik untuk pasien , dokter dan pembiayaan, yaitu :

  1. Tidak nyeri.
  2. Sederhana,proses pengolahan jaringan dapat dilakukan tanpa peralatan yang canggih .
  3. Hasil lebih cepat, karena prosesnya lebih sederhana dibandingkan proses pemeriksaan histopatogi dari jaringan operasi.
  4. Relatif murah,
  5. Komplikasi bisa berupa rasa nyeri dan perdarahan, tetapi ini sangat jarang terjadi,
  6. Dapat dilakukan pada pasien rawat jalan sehingga pasien bisa langsung pulang setelah tindakan dilakukan.
  7. Apabila jumlah sel yang didapatkan sedikit, pemeriksaan dapat dilakukan dan diulang  saat itu juga agar hasil yang didapatkan lebih akurat.
  8. Dapat menjadi alternatif pilihan untuk pasien yang tidak bisa menerima anestesi, misal dalam keadaan koma atau ada ganguan fungsi jantung.
  9. Bisa dilakukan kapan saja di ruang praktek dokter, tidak perlu ruangan steril.
  10. Bisa dilakukan di tempat pasien dirawat.
  11. Bila dilakukan ahli yang berpengalaman keakuratan, diagnosis FNAB pada beberapa keadaan dapat mendekati diagnosis histopatologi.

Khusus untuk benjolan di organ viscera  dapat dilakukan dengan panduan USG Abdomen atau CT-Scan. Diharapkan pemeriksaan ini dapat menjadi alternatif biopsi bagi pasien dengan kondisi benjolan di permukaan tubuh seperti yang disebutkan diatas.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Akreditasi

Artikel

  • Sekilas Tentang FMEA Sekilas Tentang FMEA
    October 29th, 2019 by
    Failure Mode Effect Analysis (FMEA) adalah salah satu tool yang paling sering digunakan dalam praktek perbaikan performa dalam bisnis, dan merupakan teknik yang pertama diciptakan untuk mengidentifikasi dan menganalisa kesalahan