Rumah Sakit Paru Dokter Ario Wirawan Salatiga

Artikel


Mengenal Penyakit Gondok

dr susatyo pranoto

Oleh: dr. Susatyo Pranoto, Sp. KN

Tiroid merupakan kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak dalam leher depan bawah. Belahan (lobus) kiri dan kanan melekat sebelah menyebelah di permukaan trachea (saluran nafas) menjulur ke atas dekat laring. Belahan ini terhubung satu dengan lain oleh isthmus. Tiap belahan sebesar ibu jari empunya, dengan berat keseluruhan 20-25 gram.

penyakit gondokKelenjar tiroid yang membesar dijuluki gondok (struma/goiter, yang merupakan benjolan di permukaan, terlihat, mengganggu penampilan dan dapat mengakibatkan rasa rendah diri (minder). Disamping itu, gondok menggelisahkan sebagian penderitanya karena ketakutan akan tumor ganas.

Fungsi kelenjar tiroid yaitu mengatur metabolisme tubuh, sehingga segala sesuatunya berjalan lancar dan normal di dalam tubuh seseorang. Maka dikenal beberapa istilah seperti : eutiroid, hipertiroid dan hipotiroid.

Eutiroid adalah keadaan dimana fungsi kelenjar gondok dalam keadaan normal. Hipertiroid, berarti kelenjar gondok bekerja melebihi kerja normal sehingga biasanya kelenjar gondok membesar dan juga akan didapatkan hasil laboratorium untuk FT3 dan FT4 yang berada di atas normal, sedangkan TSH sering rendah. Hipotiroid kebalikan dari hipertiroid, dimana kelenjar gondok bekerja di bawah normal, dalam hal ini FT4 kadarnya di dalam serum di bawah angka normal.

Gejala hipertiroidi umumnya gelisah, sulit tidur, berat badan turun walau nafsu makan tetap, suhu badan panas, berkeringat, tangan/jari bergetar, berdebar-debar, sering buang air besar, badan lemah, kekuatan otot menurun, mata mungkin melotot.

Sedangkan keluhan dan temuan penderita hipotiroidi umumnya mudah lelah, malas, tak bersemangat, menarik diri dari kehidupan sosial, sulit tidur, mudah kedinginan, kulit kering, muka sembab, berat badan naik walau nafsu makan tetap, dan sembelit.

Penyebab Penyakit Gondok
Penyebab gondok beraneka ragam.

  1. Otoimun – Pada penyakit ini tubuh mempunyai zat yang menolak keberadaan kelenjar tiroid dengan cara mengganggu/merusak kelenjar ini. Pada penyakit Basedow (Graves) zat anti ini merangsang produksi tiroid berlebihan tanpa menghiraukan pengaturan umpanbalik (otonom) sehingga kadar tiroid darah tinggi (hipertiroidi). Sebaliknya pada penyakit Hashimoto, zat anti merusak sel-sel tiroid sehingga kadar tiroid darah turun (hipotiroidi).
  2. Infeksi – Penyebab tiroiditis infeksiosa dapat bakteri/virus. Gondok dalam hal ini karena mengalami peradangan, maka pada perabaan terasa nyeri. Suhu tubuh naik.
  3. Degenerasi – Yaitu penurunan mutu jaringan tiroid sehingga bentuk dan/kinerjanya abnormal (disfungsi).
  4. Neoplasia – Regresi proliferatif noduler menyebabkan neoplasma jinak (benigna)/ ganas(maligna).
  5. Goitrogen – Goitrin, tioglikosida, tiosianat, disulfide, yodium berlebih dapat menyebabkan strumigenesis. Isoflavon dapat pula memicu gondok.
  6. Defisiensi nutris –  Kekurangan yodium atau mineral tertentu menyebabkan kinerja tiroid inefisien sehingga memicu gondok.
  7. Dishormonogenesis – Defek enzim pada tahapan tertentu, biasanya sejak lahir/turunan.
  8. Resistensi tubuh – Kekebalan sel-sel tubuh terhadap pengaruh hormon tiroid meningkatkan produksi sehingga memicu gondok kompensasi.
  9. Pubertas/hamil – Karena kebutuhan tiroid meningkat (struma kompensasi). HCG pada trimester I dapat keliru dianggap TSH, sehingga ditanggapi oleh kelenjar tiroid (struma toksik)
  10. Psikologi – Akibat dari tekanan jiwa (distress).
  11. Causa ignota – Gondok pada ibu pasca melahirkan, gondok Riedel belum diketahui penyebabnya.

Pages: 1 2 3

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Akreditasi

Artikel