Rumah Sakit Paru Dokter Ario Wirawan Salatiga

Artikel


Peranan Radioterapi pada Kanker Paru

Disusun oleh :

dr.S HadiSaputro, Sp.Onk Rad

Kanker paru merupakan penyebab utama kematian karena kanker di Amerika Serikat dan seluruh dunia, melebihi angka kematian karena kanker payudara, prostat, dan usus besar.

Prinsip terapi kanker paru merupakan terapi multi modalitas meliputi pembedahan, radioterapi, kemoterapi, terapi target, imunoterapi, dan terapi gen.Radioterapi merupakan salah satu modalitas terapi kanker dengan menggunakan sinar radiasi pengion berenergi tinggi, yang juga dapat digunakan secara luas untuk pengobatan kanker paru baik kuratif atau paliatif. Jenisjenis radioterapi secara garis besar dibedakan menjadi tiga yaitu external beam radiation therapy (EBRT), brakiterapi, dan internal radiation therapy (IRT).

EXTERNAL BEAM RADIATION THERAPY PADA KANKER PARU JENIS KARSINOMA BUKAN SEL KECIL          (KPKBSK) Radioterapi pada KPKBSK bisa diberikan sebagai terapi tunggal, bersamaan dengan kemoterapi (kemoradiasi) atau sebagai terapi ajuvant dan neoajuvant pada pembedahan. Radioterapi diberikan pada pasien stadium I dan II yang tidak bisa mentoleransi operasi atau tumor yang diderita termasuk golongan unresectable (stadium III dan IV), terapi profilaksis (misalnya pada ancaman terjadinya sindroma vena kava superior), atau terapi paliatif (misalnya untuk nyeri atau pencegahan fraktur patologis pada metastasis ke tulang). Dosis radiasi standar yang diberikan adalah sebesar 50-65 Gy selama lima sampai enam minggu pada pasien KPKBSK.

  1. KPKBSK stadium I dan II Penderita KPKBSK stadium I dan II dengan status tampilan >2 dan fungsi paru buruk, usia tua, dan menolak operasi dapat diberikan radioterapi dengan tujuan kuratif.33 Radioterapi diberikan sebagai terapitunggal tanpa tambahan pemberian kemoterapi. Kemoterapi sebagai tambahan pada pemberian radioterapi tidak menunjukkan peningkatan ketahanan hidup (kesintasan) dan hasil terapi juga lebih buruk. Penderita dengan fungsi paru buruk memerlukan perencanaan radioterapi yang tepat. Batas terluar volume tumor yang akan diradiasi hanya menggunakan batas minimal yaitu sekitar 5 mm dari volume tumor. Dosis radioterapi dan volume area radiasi tergantung jaringan paru normal di sekitar tumor.

 Radioterapi pada KPKBSK stadium I dan II meliputi dosis total sebesar 6000-7000 cGy, dengan dosis sekitar 180-200 cGy setiap hari selama tujuh minggu. Keterlibatan limfonodi mediastinal tidak didapatkan pada KPKBSK stadium I dan II, sehingga hanya Gross Tumor Volume (GTV) dan limfonodi berdekatan yang mendapatkan radiasi.

  • KPKBSK stadium III Lebih dari 33% pasien KPKBSK telah mengalami perluasan lokal atau mencapai stadium III pada saat terdiagnosis.25 Terapi yang direkomendasikan oleh National Comprehensive Cancer Network (NCCN) meliputi kemoterapi konkuren dan radioterapi (kemoradiasi). Dosis pertama dari kemoterapi dan radioterapi diberikan pada hari yang sama. Berdasarkan pemilihan obatnya, kemoterapi diberikan pada interval bervariasi, sedangkan radioterapi diberikansetiap hari. Dosis radioterapi yang diberikan apabila bersamaan dengan kemoterapi adalah sebesar 6000 – 6300 cGy dalam fraksi 180-200 cGy selama tujuh minggu.
  • KPKBSK stadium IV Pada KPKBSK stadium IV telah terjadi penyebaran ke paru kontralateral, metastasis ke organ lain (hepar, otak, atau tulang), atau memproduksi cairan berisi sel kanker di dalam rongga pleura (efusi pleura ganas). Terapi utama KPKBSK stadium IV adalah kemoterapi, sementara pemberian radioterapi tidak akan menambah harapan hidup sehingga tidak digunakan secara rutin.  Radioterapi definitif tidak dapat diberikan pada pasien dengan efusi pleura ganas dan metastasis jauh. Gejala lokal yang ditimbulkan oleh KPKBSK primer maupun metastasis dapat dikurangi melalui pemberian EBRT dengan dosis dan fraksinasi bervariasi.

EXTERNAL BEAM RADIATION THERAPY PADA KANKER PARU JENIS KARSINOMA SEL KECIL

                        (KPKSK) Kanker paru jenis karsinoma sel kecil meliputi 15-20% dari seluruh kasus kanker paru yang baru terdiagnosis, diperkirakan terdapat sekitar 33.380 kasus baru dan 23.600 kematian pada tahun 2010. Kanker paru jenis ini lebih agresif apabila dibandingkan dengan KPKBSK karena mampu berproliferasi lebih cepat, dengan angka ketahanan rata-rata lima tahun sebesar 5-6%.

Kemoradiasi konkuren yang diberikan secara dini direkomendasikan pada pasien KPKSK limited stage berdasarkan penelitian randomisasi. National Comprehensive Cancer Network merekomendasikan pemberian radioterapi secara konkuren dengan kemoterapi, dan radioterapi sebaiknya dimulai dalam satu atau dua siklus (kategori 1) pada dosis 1,5 Gy dua kali sehari sampai tercapai dosis total 45 Gy (kategori 1), atau 2 Gy sekali sehari sampai tercapai dosis total 60-70 Gy. Radiasi dengan 3D-CRT lebih disukai penggunaannya apabila tersedia, adapun IMRT dapat dipertimbangkan pada pasienpasien tertentu.

Bagaimana cara kerja radioterapi ?

Radiasi dosis tinggi bertujuan merusak serta menghentikan pertumbuhan dan pembelahan sel kanker .

Bagaimana cara pemberiannya?

Terapi radiasi diberikan dilokasi sel kanker ditubuh setiap hari dan membutuhkan waktu beberapa menit hal tersebut tidak menimbulkan rasa sakit / nyeri . Pemberian radiasi diberikan pada pasien rawat jalan dan juga beberapa pasien rawat inap .

Keuntungan terapi radiasi ?

Tujuan utama radiasi terapi menghancurkan sel kanker semaksimal mungkin dan semaksimal mungkin mengurangi kerusakan di jaringan sehat . Dan bisa digunakan untuk beberapa jenis kanker di seluruh tubuh .

Tujuan terapi radiasi dibagi dalam dua kategori besar yaitu Radical / kurative dan Paliative .

Pada tujuan Radical terapi bertujuan untuk mengobati dengan pemberian radiasi dosis tinggi untuk mengeradikasi sel kanker . Bisa diberikan sebelum operasi untuk mengecilkan massa tumor ( Shrinkage mass) atau setelah operasi untuk mengeradikasi sel kanker .Serta bisa juga diberikan sebelum , selama , dan setelah pemberian kemoterapi atau obat anti kanker .

Paliative yang artinya radiasi bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan cara mengurangi keluhan lokal tumor semisal nyeri hebat dan perdarahan yang hebat , serta mencegah ternajdinya kerusakan lebih jauh terutama di sistem saraf di sekitar sel kanker .

Efek samping terapi Radiasi ?

1 . Early atau acute side effect biasa terjadi selama atau dalam jangka waktu pendek setelah terapi dan bersifat sementara .

  • Late side effect biasa terjadi selama beberapa bulan atau bahkan tahun setelah terapi radiasi .

Hal ini bisa diatasi atau diminimalisir dengan adanya tehnologi alat – alat radiasi yang canggih , presisi, akurasi dan aman .

Alur Pelayanan pasien radioterapi Kanker Paru

Sumber literatur :

  1. National Cancer Control Programe ,Radiotherapy treatment for lung cancer ,2014
  2. Radiation Therapy in the Treatment of Lung Cancer ,Kazushige HAYAKAWA ,2003
  3. Radiotheraphy to the lung, Oxford University Hospital , 2005

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Akreditasi

Artikel

  • Sekilas Tentang FMEA Sekilas Tentang FMEA
    October 29th, 2019 by
    Failure Mode Effect Analysis (FMEA) adalah salah satu tool yang paling sering digunakan dalam praktek perbaikan performa dalam bisnis, dan merupakan teknik yang pertama diciptakan untuk mengidentifikasi dan menganalisa kesalahan