Rumah Sakit Paru Dokter Ario Wirawan Salatiga

Berita


Sosialisasi Unit Lelang Pengadaan Barang dan Jasa RSP dr. Ario Wirawan Salatiga

Salah satu bentuk implementasi untuk mewujudkan penilaian Wajar Tanpa Pengecualian ( WTP ) terhadap RS Paru dr. Ario Wirawan adalah tertib administrasi dan keuangan. Dalam rangka tertib adminstrasi dan keuangan, khususnya dalam hal pengadaan barang dan jasa, RS Paru dr. Ario Wirawan mengadakan Sosialisasi Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa BLU dengan menghadirkan narasumber Hery Suliantoro, Ir., MT. Sosialisasi diselenggarakan pada tanggal 11 Januari 2012 di Gedung Grha Widya dr. Djoko Sedijarto serta dihadiri oleh para karyawan yang termasuk dalam tim Unit Layanan Pengadaan ( ULP ), para karyawan yang berkaitan langsung dengan  ULP, dan para pejabat struktural.

Dalam pemberian sambutan sekaligus pembukaan acara, Dirut RS Paru dr. Ario Wirawan menyampaikan bahwa pengadaan barang dan jasa pada BLU harus sesuai dengan prosedur ( Peraturan Menteri Keuangan No. 8/PMK.02/2006 ), antara lain fleksibel, transparan, adil, dapat dipertanggungjawabkan ( accountability ), dan praktik bisnis yang sehat. Oleh karena itu, para karyawan yang terlibat dalam pengadaan barang dan jasa memiliki tanggung jawab yang besar, baik tanggung jawab secara pribadi maupun tanggung jawab kolektif. Tim ULP juga harus siap jika diperiksa oleh SPI maupun auditor.

Berdasarkan pengalaman yang sering terjadi pada pengadaan barang dan jasa, banyak problematika yang dihadapi ULP di antaranya pilihan penyedia terbatas, pelaksanaan pengadaan yang terlambat, siklus pengadaan masih dinilai lama, kwalitas barang dan jasa tidak sesuai dengan harapan, waktu pengiriman yang tidak sesuai dengan kontrak, serta masih sering terjadinya putus kontrak. Bagaimana cara mengantisipasi dan mengatasi problematika tersebut ?

Hery Suliantoro, Ir., MT dalam kajian materinya memberikan solusi untuk mengantisipasi dan mengatasi problematika yang terjadi pada pengadaan barang dan jasa.

  1. Melakukan perbaikan tahapan perencanaan dengan cara pemaketan atau pengelompokan ( berdasarkan karakteristik barang atau jasa, jenis supplier, jumlah supplier, dan frekuensi penggunaan ); penjadwalan ( mempercepat tahap persiapan dan pelaksanaan, melakukan proses pemilihan sebelum awal tahun anggaran ); penetapan metode pemilihan berupa lelang umum; serta pemilihan jenis kontrak ( dibutuhkan negosiasi dalam hal spesifikasi, jumlah, dan harga ).
  2. Mengimplementasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pengadaan, yaitu melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik ( SPSE ) yang terintegrasi dengan sistem perencanaan anggaran, sistem keuangan, dan sistem pengelolaan asset.
  3. Menetapkan strategi pengadaan, yaitu dengan menurunkan risiko  pengadaan ( standardisasi barang atau jasa, mencari penyedia baru, dan membantu meningkatkan kemampuan penyedia ) serta menaikkan nilai paket belanja ( mengelompokkan menjadi satu kontrak untuk permintaan barang atau jasa yang sama dan menggabungkan permintaan barang atau jasa dari beberapa unit kerja ).

Inilah solusi yang dapat dilakukan dalam menghadapi problematika pengadaan barang dan jasa. Solusi ini dapat dijadikan sebagai bekal dalam mengelola pengadaan barang dan jasa pada RS Paru dr. Ario Wirawan sehingga sesuai dengan prinsip WTP. ( Priscilia _SIRS )

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Akreditasi

Artikel