Salatiga (25/1)  – Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional ke – 58  yang diperingati setiap tanggal 25 Januari,  RSPAW bersama PERSAGI (Persatuan Ahli Gizi ) Cabang Salatiga mengadakan penyuluhan dengan tema “Mewujudkan Kemandirian Keluarga Dalam 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) Untuk Pencegahan Stunting”.  Apa itu stunting? Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan yang kurang dalam waktu yang lama, umumnya karena asupan makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Tanda balita mengalami stunting adalah kondisi badan lebih pendek dari standar panjang atau tinggi anak usiannya, mudah sakit, perkembangan otak terhambat dan pada usia sekolah sulit berprestasi.

Acara yang diprogramkan Instalasi Gizi RSPAW dan dilaksanakan di Klinik Non Respirasi ini mendapat respon yang baik dari para pengunjung. Bertujuan memberikan edukasi tentang pengertian stunting, pencegahan dan pengetahuan kecukupan gizi pada 1000 HPK, penyuluhan ini dibanjiri pertanyaan pengunjung klinik.  “Anak saya susah sekali makan sayur, bagaimana caranya supaya dapat memenuhi makanan seimbang agar terhindar dari stunting?” tanya seorang pengunjung. Vitta Galih sebagai salah satu ahli gizi di RSPAW, menjelaskan bahwa gizi  seimbang mulai dari 1000 hari pertama kehidupan (dari kehamilan sampai dengan anak berusia 2 tahun) dapat menghindarkan timbulnya tiga resiko diantaranya adalah terjadinya penyakit tidak menular atau kronis, hambatan pada pertumbuhan kognitif dan beresiko terjadinya stunting. “Agar gizi seimbang bisa terpenuhi untuk anak yang tidak suka sayur, kita harus kreatif membuat makanan kesukaan anak dengan menyelipkan sayuran didalamnya,” jelas Vitta menjawab pertanyaan pengunjung.

Selain itu pembagian doorprize untuk yang dapat menjawab pertanyaan penyuluh, GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) juga membagikan 100 cup minuman sehat kepada pengunjung.  (humas_RSPAW)

 

Similar Posts