Hari AIDS sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Desember, tahun ini dengan tema Saya Berani, Saya Sehat. Diharapkan dengan tema ini, masyarakat semakin terlibat dalam menyukseskan pencegahan penularan human immunodeficiency virus (HIV) penyebab terjadinya kumpulan gejala penyakit yang disebabkan oleh menurunnya kekebalan tubuh yaitu Aqcuuired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS).

Di kota Salatiga tahun ini dimeriahkan dengan serangkaian acara di Taman Tingkir Salatiga, Jumat (8/12). Hadir dan membuka acara  Sekretaris Daerah Kota Salatiga, Fakruroji mewakili Walikota Salatiga.

“Persoalan HIV tidak hanya persoalan terjangkitnya virus mematikan bagi yang terinfeksi, tapi juga menimbulkan stigma negatif dan diskriminasi bagi penderita. Maka masyarakat perlu diajak untuk merubah paradigma negatif tentang HIV-AIDS dari penyakit yang menakutkan, karena yang perlu dijauhi adalah virusnya, bukan orangnya”, demikian Fakruroji menyampaikan pesan Walikota Salatiga.

248 orang kasus HIV/AIDS kumulatif sejak ditemukan kasus HIV pada tahun 1994 hingga Oktober tahun 2017, terdiri dari 155 laki-laki dan 83 perempuan, sedangkan kematian orang dengan HIV/AIDS (ODHA) mencapai 66 orang. Dikatakan pula,provinsi di seluruh Indonesia tidak ada yang dinyatakan bebas dari HIV dan AIDS,diperkirakan saat ini sudah menjangkit di lebih dari 85 persen dari total kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

“Marilah bersama-sama kita tingkatkan kerja keras dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS. Hal ini dimaksudkan agar program pemerintah yang disebut dengan“three zero” (zero HIV infection, zero stigma and discrimination and Zero AIDS related death) atau tidak ada infeksi baru HIV, tidak ada kematian akibat AIDS, juga tidak ada stigma dan diskriminasi terhadap ODHA, akan tercapai pada tahun 2030. Ini demi generasi penerus kita semua,” Sekda Salatiga menjelaskan.

Peringatan ini ditandai dengan pelepasan burung pipit oleh Forkopimda dilanjutkan jalan santai dengan rute dari Taman Tingkir-Jalan Tristis Sari- Jalan Tritis Langgeng, Jalan Argotunggal, Jalan Mardi Utomo dan kembali ke Taman Tingkir dan diikuti sekitar 700 orang terdiri dari LSM, Warga Peduli AIDS (WPA), instansi vertikal,Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan pemkot Salatiga serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), demikian Ketua Panitia dr. Riani Pramasanti menyampaikan.

Selain  doorprize, panitia juga menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis yaitu tes HIV, tensi, gula darah, asam urat dan konsultasi kesehatan.

RSPAW turut ambil bagian dengan membagi-bagi cenderamata berupa mug, majalah dan brosur kesehatan (humas_rspaw)

Similar Posts